Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tinggi pada triwulan I 2026 oleh Bank Indonesia (BI) berdasarkan peningkatan konsumsi dan stimulus pemerintah yang longgar. Hal ini didukung oleh Hari Besar Keagamaan Nasional yang dapat mendorong ekonomi, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idul Fitri 1447 H. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menunjukkan keyakinan bahwa investasi juga akan tumbuh didorong oleh investasi pemerintah dan perbaikan keyakinan pelaku usaha. Program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen (year on year/yoy), yang lebih tinggi dari periode sebelumnya. Konsumsi rumah tangga dan investasi domestik mendukung pertumbuhan yang positif disebabkan oleh berbagai stimulus pemerintah dan kebijakan BI. Meskipun prospek ekonomi global melambat, Perry menyoroti penurunan Fed Funds Rate (FFR) dan aliran modal ke negara berkembang, terutama ke saham dan obligasi jangka pendek. Kondisi ini mengharuskan penguatan respons kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan ketahanan ekonomi domestik dari dampak global.


