Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi mendorong pimpinan kementerian/lembaga untuk lebih memperhatikan temuan berulang dalam laporan keuangan (LK). Hal ini disampaikan dalam entry meeting pemeriksaan atas LK delapan K/L di lingkungan Ditjen PKN V. Boby menekankan pentingnya peningkatan pengelolaan kas, persediaan, aset tetap, pendapatan negara, dan kepatuhan belanja untuk menghindari permasalahan serupa di masa mendatang.
Pemeriksaan tersebut dihadiri oleh pimpinan K/L seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, dan lainnya. Para pimpinan diharapkan mampu menerapkan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK secara konstruktif sebagai pembelajaran untuk meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas pelaporan keuangan.
Menag dan Mendagri, Nasaruddin Umar dan Tito Karnavian, juga menegaskan kesiapan mendukung proses pemeriksaan dengan menyelesaikan temuan sesuai dengan ketentuan hukum. Pemeriksaan melibatkan berbagai aspek penting seperti LKKL, PHLN, BA BUN, dan PDTT sebagai bagian dari Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2025. Semua ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan negara dan pelaporan keuangan secara umum.


