Ratusan ilmuwan dan aktivis hadir dalam focus group discussion (FGD) yang diadakan oleh Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) di kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat. Aktivis HAM dan Direktur Amnesty Indonesia, Usman Hamid, memberikan tanggapannya terhadap pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengamati adanya “inflasi pengamat” dalam masyarakat. Usman menegaskan bahwa para pengamat sebenarnya membantu pemerintah memahami realitas sosial, ekonomi, politik, dan hukum secara objektif.
Menurut Usman, pernyataan Teddy tentang “inflasi pengamat” malah menimbulkan kesan bahwa pemerintah tidak menerima kritik. Dia menyayangkan komentar negatif yang ditujukan pemerintah terhadap para pengamat, seperti penilaian bahwa mereka memiliki motif tidak murni. Usman menekankan pentingnya pendapat para pengamat dalam membantu pemerintah memahami masyarakat dengan lebih baik.
Sebelumnya, Teddy menyebut fenomena “inflasi pengamat” karena adanya pengamat yang menyampaikan data yang tidak akurat. Namun, pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan, asalkan didasari oleh data dan fakta yang valid. Teddy menekankan pentingnya membawa dampak yang positif dan stabilitas bagi negara.
Dengan demikian, diskusi di FGD tersebut menjadi wadah penting bagi ilmuwan dan aktivis untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap masalah-masalah yang ada dalam masyarakat. Kritik yang membangun dan berdasarkan data akan membantu pemerintah dalam memahami kondisi sebenarnya serta menciptakan langkah-langkah yang lebih baik untuk kepentingan bersama.


