Wednesday, May 13, 2026
HomeFinansialEkonomi dan PDB Tinggi: Dorongan bagi Keyakinan Bank tanpa Perubahan Risk Appetite

Ekonomi dan PDB Tinggi: Dorongan bagi Keyakinan Bank tanpa Perubahan Risk Appetite

Pertumbuhan Ekonomi Dorong Keyakinan Bank, Tapi Risk Appetite Belum Berubah

Jakarta (ANTARA) – Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dinilai tinggi oleh Kepala Ekonom Permata Bank, Josua. Meskipun pertumbuhan ini dapat memperbaiki keyakinan perbankan, namun belum cukup untuk langsung mengubah risk appetite atau selera risiko bank secara agresif.

Josua menegaskan bahwa bank tetap akan melihat berbagai faktor seperti kualitas debitur, arus kas, prospek sektor, dan kemampuan bayar, terutama di tengah tekanan rupiah, harga energi, dan ketidakpastian global. Meskipun pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan memberi sinyal positif bagi permintaan kredit, namun dampaknya tidak otomatis signifikan dan merata.

Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Angka pertumbuhan kuartal I ini dipicu oleh aktivitas ekonomi yang masih kuat, terutama dari sektor konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta dorongan musiman Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, sebagian pendorong pertumbuhan bersifat musiman dan masih dipengaruhi oleh realisasi belanja pemerintah yang lebih awal.

Meski penyaluran kredit baru turun sedikit dibanding kuartal IV 2025 menurut survei Bank Indonesia, namun standar kredit yang lebih berhati-hati menunjukkan bahwa bank tetap memperhatikan seleksi debitur dengan cermat sehingga tidak menutup keran kredit.

Untuk kuartal II 2026, perkiraan pertumbuhan lebih baik dengan peningkatan nilai Saldo Tertimbang Bersih (SBT) penyaluran kredit baru yang diproyeksikan naik dan standar kredit yang lebih longgar.

Perspektif Kredit Produktif

Pencairan kredit yang belum optimal juga menjadi perhatian, karena data BI menunjukkan rasio undisbursed loan yang masih cukup besar. Meski demikian, kepastian permintaan, stabilitas biaya produksi, proyek yang jelas, dan kemampuan debitur dalam menjaga arus kas menjadi kunci dalam mengubah fasilitas kredit yang belum ditarik menjadi produktif.

Josua menekankan bahwa faktor-faktor tersebut perlu membaik agar fasilitas kredit yang belum ditarik dapat menjadi sumber pertumbuhan kredit tanpa perlu membuka plafon baru yang terlalu besar.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer