Akademisi Mendorong Pembangunan Ekosistem Transportasi Online yang Kondusif
Jakarta – Advisor Paramadina Public Policy Institute (PPPI) Ahmad Khoirul Umam menekankan pentingnya bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku industri, pemerintah, dan pakar untuk membangun ekosistem industri layanan transportasi online yang kondusif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam peluncuran hasil riset “Masa Depan Ojek Online di Indonesia” oleh PPPI dan Institute for Development of Economics and Finance (Indef).
Perbaikan Standar Keselamatan dan Pengawasan
Umam menyebut bahwa perbaikan standar keselamatan dan pengawasan menjadi langkah mutlak untuk menyertakan ekosistem ojek online dalam perundang-undangan ke depan. Dia juga menyoroti pentingnya dialog dari para pemangku kepentingan terkait dalam penyusunan kebijakan agar dapat berjalan dengan baik dan terukur.
Terkait regulasi, Umam menekankan perlunya kepastian payung hukum yang jelas bagi industri ojek online di Indonesia. Selain itu, dia merekomendasikan pembentukan satu komite lintas kementerian dan lembaga untuk mengatur ekosistem transportasi daring, melibatkan berbagai kementerian terkait.
Penataan Tarif dan Komisi
PPPI juga merekomendasikan pemerintah untuk tetap mempertimbangkan kondisi daerah, kemampuan membayar masyarakat, serta data empiris dalam menetapkan tarif. Pengaturan komisi juga diharapkan memperhitungkan berbagai aspek untuk menjamin keberlanjutan perusahaan, stabilitas order, perlindungan mitra pengemudi, dan kualitas layanan.
Umam menambahkan bahwa perbaikan standar keselamatan, perlindungan mitra pengemudi, dan pengawasan yang lebih baik mutlak diperlukan agar ekosistem ojek online dapat terintegrasi dalam perundang-undangan di masa depan.
Berbicara tentang masa depan industri ojek online di Indonesia, kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan para pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang seimbang, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi semua pihak terkait.


