BI Melakukan Percepatan Penyaluran Kredit untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui kebijakan percepatan penyaluran kredit dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang semakin diperkuat.
Peran Pemerintah, Otoritas Terkait, Perbankan, dan Pelaku Usaha
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa proses percepatan penyaluran kredit melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, otoritas terkait, perbankan, dan pelaku usaha. Melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), BI turut memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan untuk dunia usaha.
Data menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya. Peningkatan pembiayaan sektor produktif tersebut menjadi kunci dalam memperkuat aktivitas ekonomi dan pertumbuhan secara keseluruhan.
Pengembangan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
UMKM merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Seiring dengan itu, BI terus fokus pada pengembangan UMKM guna meningkatkan daya saing sektor tersebut.
Pada tahun sebelumnya, omzet UMKM binaan BI tumbuh 23,1 persen, dengan pertumbuhan terutama pada sektor ekspor dan UMKM Digital. Proyeksi ke depan menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan seiring dengan implementasi Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.
Berbagai program yang dijalankan bertujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah UMKM, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Bank Indonesia secara konsisten melakukan optimalisasi kebijakan dan sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


