Taspen: Laba Tahun 2025 Turun Menjadi Rp1,04 Triliun karena Impairment
PT Taspen (Persero) mengonfirmasi bahwa laba tahun berjalan pada 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pembentukan pencadangan penurunan nilai (impairment) terhadap portofolio investasi sebagai langkah konservatif perseroan.
Impairment Sebesar Rp1,82 Triliun di Tahun 2025
Direktur Utama Taspen, Rony Hanityo Aprianto, menjelaskan bahwa laba yang turun ini dipengaruhi oleh nilai impairment sebesar Rp1,82 triliun pada tahun 2025. Angka ini meningkat signifikan dari Rp288 miliar pada tahun sebelumnya.
Rony menjelaskan bahwa impairment merupakan cadangan yang dibuat terhadap portofolio investasi sebagai langkah antisipasi terhadap risiko pada aset investasi. Pembentukan cadangan ini dilakukan terhadap beberapa obligasi BUMN karya yang masih menghadapi tantangan saat ini.
Ia menekankan bahwa impairment tersebut bisa dibalik apabila kondisi instrumen investasi membaik, dilakukan restrukturisasi, atau memperoleh perbaikan peringkat. Tanpa pembentukan impairment, laba Taspen sebenarnya bisa mencapai sekitar Rp2 triliun.


