Friday, August 7, 2026
HomeBisnisPT KAI Catat 3,82 Juta Pelanggan Kereta Api di Sumatera Semester I

PT KAI Catat 3,82 Juta Pelanggan Kereta Api di Sumatera Semester I

KAI Catat Lonjakan Penggunaan Kereta Api di Sumatera

PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) mencatat lonjakan pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di Sumatera pada semester I tahun 2026. Jumlah pelanggan mencapai 3,82 juta, meningkat 11,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa lonjakan ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel di berbagai wilayah Sumatera. Setiap divre KAI di Sumatera mencatat peningkatan pelanggan, menunjukkan ragam karakter perjalanan dan kegiatan masyarakat di setiap wilayah.

Permintaan dan Kebutuhan

Anne menyatakan bahwa kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari perjalanan ke tempat kerja, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga, hingga wisata, kereta api memberikan layanan yang aman, tepat waktu, dan nyaman.

Di Sumatera Utara, kereta api mendukung mobilitas antarkota ke Medan dan sekitarnya. Sementara di Sumatera Barat, kereta api memfasilitasi perjalanan menuju Padang, kawasan pendidikan, bandara, hingga destinasi wisata pesisir dan perbukitan.

Dengan layanan di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, kereta api memenuhi kebutuhan perjalanan antarkota di Sumatera bagian selatan, mencakup berbagai keperluan masyarakat sehari-hari.

Fungsi Dekat dengan Masyarakat

Anne juga menegaskan bahwa data dari setiap divre menunjukkan betapa dekatnya kereta api dengan kehidupan masyarakat. Ada yang menggunakan kereta api setiap hari, ada yang bepergian jauh antarkota, dan ada juga yang memilih kereta api untuk menikmati waktu bersama keluarga.

Wilayah operasi KAI di Sumatera melayani masyarakat dengan jaringan yang terintegrasi, menghubungkan pusat-pusat penting seperti pemerintahan, usaha, pendidikan, fasilitas kesehatan, bandara, dan destinasi wisata. Dengan keterhubungan ini, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi lebih efisien.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer