Wednesday, September 9, 2026
HomeBursaIHSG Menguat Berkat Kebijakan Fiskal Pemerintahan Prabowo

IHSG Menguat Berkat Kebijakan Fiskal Pemerintahan Prabowo

IHSG Menguat Berkat Target Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan signifikan pada Jumat sore. Hal ini disebabkan oleh respons pelaku pasar terhadap target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang diumumkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2027.

Pelaku Pasar dan Investor Merespons Positif

IHSG ditutup naik 100,12 poin atau 1,59 persen menjadi 6.401,89. Sedangkan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 5,12 poin atau 0,82 persen menjadi 632,28. Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, atau yang akrab disapa Nico, defisit yang semakin menyempit dan target pertumbuhan ekonomi enam persen untuk tahun depan, memberikan harapan kepada pelaku pasar dan investor.

Nico juga menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pempersempitan defisit anggaran pada 2027. Presiden mengungkapkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun tersebut ditargetkan memiliki defisit sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Investasi yang Menjanjikan

Di tengah pengeluaran besar untuk program-program prioritas pada tahun ini, pemerintah memproyeksikan pembiayaan anggaran 2027 sebesar Rp671,2 triliun. Hal ini membuat pelaku pasar yakin dan memberikan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, tingkat kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka direncanakan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87 persen dari data tahun sebelumnya.

Dalam perdagangan hari itu, IHSG dibuka melemah namun berhasil akhiri sesi perdagangan dengan kenaikan positif. Transaksi saham mencapai 1.729.000 kali dengan nilai saham yang diperdagangkan mencapai Rp12,43 triliun.

Sektor energi menjadi yang paling menguat diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur. Saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN, sementara saham-saham dengan pelemahan harga terbesar adalah BAIK, BABY, GRPM, DART, dan BACH.

Di sisi regional, bursa saham Asia juga mengalami kenaikan. Indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, Kospi, dan Straits Times semuanya menguat pada sore hari itu.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer