Komisi Informasi DKI Jakarta Sampaikan Dukacita atas Korban Gempa Bumi di NTT
Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menyatakan turut berduka cita atas korban gempa bumi berkekuatan 7,7 yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka juga menekankan pentingnya informasi yang cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses terkait kondisi korban dan penanganan bencana.
Dorongan untuk Informasi yang Lengkap
Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, mengungkapkan kesedihan mendalam atas kejadian ini. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Doa juga diberikan untuk kesembuhan bagi yang terluka dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
KI DKI Jakarta mendorong publik agar mendapatkan informasi yang lengkap mengenai korban, kebutuhan masyarakat terdampak, proses evakuasi, bantuan kemanusiaan, dan langkah penanganan bencana. Semua informasi tersebut diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas serta tetap menghormati privasi individu.
Solidaritas dalam Menghadapi Bencana
Pentingnya solidaritas, kepedulian, keterbukaan informasi, dan gotong royong dalam menghadapi bencana seperti ini ditekankan oleh KI DKI Jakarta. Mereka berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu untuk membantu masyarakat NTT melewati masa sulit ini.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, sebelumnya mencatat adanya 31 gempa susulan setelah gempa bumi 7,7 di NTT. BMKG telah memberikan informasi mengenai hal ini dan penting bagi semua pihak untuk tetap waspada.
Kedukaan yang terjadi di NTT bukan hanya milik daerah tersebut, tetapi juga seluruh Indonesia. Semoga dengan kerja sama dan bantuan bersama, masyarakat NTT dapat pulih dan bangkit dari cobaan ini.


