Pemerintah Kota Cirebon Ajak Masyarakat Coba QRIS Lewat Ajang Lari
Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, tengah gencar mengkampanyekan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan cara yang unik. Melalui ajang lari yang menggabungkan olahraga dan transaksi digital, masyarakat diajak untuk lebih mengenal dan memahami QRIS.
Konsep Cirebon QRIS Run 2026
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa ajang Cirebon QRIS Run 2026 bukan hanya sekadar perlombaan lari biasa. Melainkan, acara tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mendorong penggunaan QRIS dalam kegiatan sehari-hari. Lebih dari sekadar olahraga, acara ini juga menjadi momentum untuk mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pengenalan QRIS melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membuat transaksi digital semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Selain itu, penggunaan QRIS juga dinilai dapat memberikan opsi transaksi yang lebih praktis, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerjasama Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon dan Bank Indonesia (BI) dalam acara Cirebon QRIS Run diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain mendorong peralihan ke transaksi digital yang lebih praktis, acara tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM di wilayah tersebut.
Acara Cirebon QRIS Run sendiri diikuti oleh sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di sekitar Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Tri Karsa Festival 2026 yang berlangsung selama 14-17 Agustus.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menjelaskan bahwa Cirebon QRIS Run merupakan kegiatan lari perdana yang diselenggarakan oleh BI. Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan QRIS kepada masyarakat secara lebih luas.


