Wednesday, September 9, 2026
HomeLintas KotaGerakan Tanam Pangan Pendamping Beras di Jakbar: 135 Lokasi

Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras di Jakbar: 135 Lokasi

Jakarta Barat Canangkan Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras di 135 Lokasi

Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) telah memulai Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras di wilayahnya dengan memanfaatkan 135 lokasi lahan terbatas. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga dan optimalisasi lahan di perkotaan.

Optimalisasi Lahan Terbatas untuk Pertanian

Ketua TP PKK Jakarta Barat, Eka Ali Murthadho, menjelaskan bahwa dari 135 lokasi tersebut, terdiri dari 56 titik penggiat urban farming kelurahan, sembilan gedung kantor, 12 lingkungan sekolah, dan 58 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Melalui gerakan ini, mereka ingin memastikan bahwa masyarakat aktif memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan lokal dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Untuk mendukung kegiatan ini, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat telah menyediakan berbagai bibit tanaman dan sarana produksi pertanian seperti ubi jalar, singkong, jagung, pisang, dan porang.

Panen Pertanian di Jakarta Barat

Pengembangan pangan pendamping beras di Jakarta Barat telah membuahkan hasil panen yang mengesankan sejak Januari hingga Agustus 2026. Total panen mencapai lebih dari satu ton dengan jumlah labu madu 600,92 kg, jagung 455,5 kg, singkong 120 kg, ubi jalar 116 kg, pisang 54 kg, dan sukun 40 kg.

Eka juga menyampaikan bahwa pengelolaan urban farming di area rooftop memiliki tantangan seperti angin kencang dan cuaca panas. Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Barat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan lintas sektoral untuk memastikan kelangsungan pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan.

Gerakan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah perkotaan serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer