Pemerintah DKI Jakarta Rencanakan Pendirian Koperasi untuk Dukung Pedagang Ikan di Kramat Jati
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji rencana pentingnya mendirikan koperasi pedagang untuk menjaga kelangsungan ekonomi para pedagang ikan di wilayah tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa koperasi tersebut akan bertugas memasok bahan baku ikan ke rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. Hal ini karena ikan yang dijual segar dan memiliki harga yang terjangkau.
Perbaikan Lokasi dan Fasilitas Jualan
Pada Selasa (1/9) malam, Gubernur Pramono bersama jajaran melakukan peninjauan di Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Ikan Kramat Jati. Selain rencana mendirikan koperasi, Pemerintah DKI Jakarta juga akan melakukan berbagai perbaikan untuk membuat tempat berjualan menjadi lebih layak dan nyaman bagi pedagang. Hal ini termasuk perbaikan saluran air, sirkulasi udara, dan pemasangan kipas angin.
Dukungan dan Keterlibatan Masyarakat
Pramono turut membebaskan biaya retribusi kepada pedagang selama enam bulan. Setelah periode tersebut, pedagang akan dikenakan biaya sebesar Rp180.000 per bulan atau Rp6.000 per hari. Untuk meningkatkan minat pembeli, pihaknya juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta untuk membantu dalam sosialisasi terkait lokasi baru tersebut.
Sejak tahun 1970-an, aktivitas pedagang di kawasan Kramat Jati telah berlangsung. Pramono menekankan bahwa proses penataan ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun dan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pedagang dan tokoh masyarakat. Dengan adanya penataan ini, diharapkan kawasan Kramat Jati menjadi lebih teratur dan tertata dengan baik.
Artikel ini disadur dari sumber


