IHSG Ditutup Melemah Mengikuti Bursa Asia Tertekan Kenaikan Harga Minyak Global
Bursa Asia hari ini didominasi oleh pelemahan menyusul penurunan di Wall Street, AS, akibat lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran akan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Pelemahan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Rabu sore ditutup turun, mengikuti tren negatif bursa Asia yang tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah global. IHSG berakhir melemah 4,16 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.595,78. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,54 poin atau 0,39 persen ke posisi 651,87.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa faktor eksternal seperti penurunan Wall Street dan lonjakan harga minyak menjadi pendorong utama pelemahan bursa regional.
Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah
Di sisi lain, eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah juga memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, yang berkontribusi pada tekanan inflasi global. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam jangka waktu yang lebih lama.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 sebesar 5,2-6 persen. Dia juga memperkirakan nilai tukar Rupiah berada dalam kisaran Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS pada tahun depan.
Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 mengalami kenaikan menjadi 3,19 persen, didorong oleh faktor eksternal seperti El Nino. Meskipun tersedia data positif seperti surplus neraca perdagangan Juli yang melampaui ekspektasi, pelemahan pasar saham tetap terjadi.
Pergerakan Sektor Saham
Pada perdagangan saham hari ini, lima sektor mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor teknologi. Namun, sektor barang baku turun paling dalam, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur.
Saham yang mengalami kenaikan harga terbesar antara lain NATO, SAPX, PTSP, BELI, dan BWPT. Sementara saham yang melemah termasuk RGAS, HOPE, FUJI, MSIE, dan COCO.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.436.000 kali transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,80 triliun. Sebanyak 296 saham mengalami kenaikan, 338 saham mengalami penurunan, dan 329 saham stagnan.
Di pasar regional Asia, tercatat indeks Nikkei melemah 2,96 persen, indeks Shanghai turun 0,97 persen, indeks Hang Seng turun 0,07 persen, indeks Kospi turun 3,99 persen, dan indeks Straits Times menguat 0,59 persen.


