Thursday, October 8, 2026
HomeBisnisMRT Jakarta Menyelamatkan Warisan dalam Placemaking Kota Tua

MRT Jakarta Menyelamatkan Warisan dalam Placemaking Kota Tua

PT MRT Jakarta: Menjaga Heritage dalam Pengembangan Kota Tua

PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menetapkan komitmen untuk mempertahankan nilai warisan dalam pengembangan penataan ruang publik di Kota Tua, Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Division Head Business Planning and Expansion Division MRTJ, Samuel Ryan Pradipta, saat menghadiri acara MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta.

Progres Pembangunan MRT Fase 2A

Hingga Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dari Bundaran HI hingga Kota telah mencapai 61,8 persen dan direncanakan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2029. Dengan target tersebut, segmen pertama yang menghubungkan Bundaran HI-Monas diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2027. Sementara itu, jalur yang menuju Kota dan termasuk dalam segmen kedua dijadwalkan selesai dan beroperasi penuh pada akhir tahun 2029.

Pengembangan Kota Tua dengan Konsep Placemaking Development

Samuel menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Kota Tua dilakukan dengan menerapkan konsep placemaking development yang mempertahankan identitas heritage. Kawasan seperti Pecinan Glodok dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda masih tetap menjadi destinasi wisata favorit di Ibu Kota. Selain itu, revitalisasi Kota Tua juga akan fokus sebagai pusat kesenian, terutama dalam bidang perfilman.

Ia menekankan pentingnya menjaga heritage dalam pembangunan kota agar dapat mempertahankan identitasnya. Banyak kota di dunia, seperti Chinatown dan Little India di Singapura, George Town di Penang, hingga Shanghai di China, telah berhasil mengembangkan kawasan-kawasan berbasis nilai heritage dengan sukses.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di Jakarta, terutama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke ibu kota. Saat ini, rata-rata turis yang datang hanya tinggal selama 1-2 malam sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong agar wisatawan dapat tinggal lebih lama di Jakarta, yakni sekitar 3-4 hari, untuk dapat mengeksplorasi berbagai daya tarik kota, termasuk Kota Tua dan Blok M.

Dengan menjaga heritage sekaligus mengembangkan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi umum, diharapkan Jakarta dapat menjadi tujuan wisata yang lebih menarik bagi wisatawan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer