Thursday, October 8, 2026
HomeHumanioraPenerima Bansos Bakal Scan Wajah? Penjelasan Kemensos

Penerima Bansos Bakal Scan Wajah? Penjelasan Kemensos

Rencana penggunaan pemindaian wajah dalam penyaluran bantuan sosial tidak berarti seluruh penerima bansos harus segera melakukan scan biometrik. Kementerian Sosial (Kemensos) masih mengembangkan dan menguji sistem tersebut secara bertahap sebagai bagian dari digitalisasi perlindungan sosial.

Biometrik wajah disiapkan untuk verifikasi penerima

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pada 15 September 2026 bahwa Kemensos sedang menyiapkan teknologi biometrik wajah yang terhubung dengan data kependudukan. Teknologi ini dirancang untuk memastikan bantuan diterima oleh orang yang sesuai dengan data pemerintah.

Melalui sistem tersebut, identitas penerima dapat dicocokkan secara digital. Kemensos menyebut proses validasi kelayakan penerima nantinya tidak lagi sepenuhnya mengandalkan pemeriksaan manual petugas, karena sistem akan mengolah informasi dari berbagai basis data pemerintah yang telah terintegrasi.

Pemanfaatan biometrik ditujukan untuk mengurangi kesalahan dalam data penerima bantuan. Perbaikan itu mencakup upaya menemukan warga yang sebenarnya memenuhi syarat tetapi belum tercatat, sekaligus mengidentifikasi penerima yang tidak lagi sesuai dengan kriteria.

Uji coba berlangsung bertahap

Uji coba sistem digitalisasi bansos telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi. Setelah itu, penerapannya diperluas ke 42 kabupaten/kota. Pemerintah menargetkan uji coba tersebut menjangkau lebih dari 250 kabupaten/kota sebelum sistem diterapkan secara nasional pada 2027.

Pengembangan sistem ini berjalan bersamaan dengan pembaruan data perlindungan sosial. Dalam dua tahun terakhir, Kemensos mencatat lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat baru ditemukan melalui proses pemutakhiran data.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme yang memungkinkan masyarakat mengusulkan diri sebagai penerima bantuan atau menyampaikan sanggahan terhadap data penerima. Dengan mekanisme tersebut, warga dapat ikut memberikan masukan dalam proses pembaruan data sosial ekonomi.

Pengecekan bansos masih menggunakan layanan resmi

Bagi masyarakat yang saat ini ingin mengetahui status penerimaan bantuan, mekanisme pengecekan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos masih berlaku. Portal tersebut menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit sebagai salah satu data pencarian.

Data yang menjadi sumber dalam layanan tersebut adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena penerapan biometrik masih berada dalam tahap pengembangan dan perluasan uji coba, rencana pemindaian wajah belum serta-merta mengubah cara seluruh penerima memeriksa status bansos.

Penerapan sistem baru akan dilakukan secara bertahap seiring dengan perluasan digitalisasi perlindungan sosial. Pada saat yang sama, pemerintah masih memutakhirkan data agar bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer