Thursday, October 8, 2026
HomeBisnisBI NTT Dorong UMKM Perluas Pasar melalui FCE 2026

BI NTT Dorong UMKM Perluas Pasar melalui FCE 2026

Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar melalui Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026. Pameran yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Kupang itu tidak hanya menampilkan kain tenun, tetapi juga beragam produk unggulan NTT, termasuk kuliner, kopi, kelor, dan produk turunannya.

Produk lokal didorong menembus pasar lebih luas

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan perubahan FCE menjadi ruang promosi berbagai produk unggulan daerah penting untuk memperkuat produk lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.

“Ini bukan hanya menggambarkan keberagaman dari produknya, tapi ini mencerminkan NTT keseluruhan. Ini adalah produk-produk unggulan keseluruhan NTT,” kata Destry di Kupang, Sabtu.

Menurut Destry, keberagaman komoditas harus diikuti dengan peningkatan kualitas agar produk UMKM NTT dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta terhadap motif dan karya tenun NTT.

Perlindungan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian bagi para penenun sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk. “Saatnya kita harus mulai meningkatkan hak cipta kita, karena apalagi untuk NTT dengan potensi yang besar, ini adalah menjadi sumber untuk ekonomi ke depan,” ujarnya.

BI siapkan penguatan kapasitas dan akses ekspor

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso mengatakan FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan.” Kegiatan itu diarahkan menjadi wadah pemberdayaan UMKM dan penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejumlah program BI bersama Pemerintah Provinsi NTT disiapkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, termasuk pengembangan ekosistem cabai dari hulu hingga hilir serta program peningkatan kapasitas dan kesiapan bisnis UMKM.

Perluasan pasar juga ditempuh melalui business matching ekspor. Salah satu hasilnya adalah kerja sama ekspor kakao dari petani di Kabupaten Sikka dengan pembeli di Australia. Pengiriman awal mencapai 20 ton dengan nilai Rp1,1 miliar.

“Angka tersebut akan semakin besar seiring dengan peningkatan kebutuhan,” kata Adidoyo.

Ia menyebut FCE menjadi ruang sinergi pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dunia usaha, dan media untuk memperkuat daya saing UMKM NTT. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

UMKM sisihkan hasil penjualan untuk korban bencana

Selain pameran produk, FCE 2026 menghadirkan masterclass, talkshow, perlombaan, edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah. Rangkaian kegiatan itu dapat diikuti masyarakat selama pelaksanaan expo.

Adidoyo juga menyampaikan bahwa UMKM yang berjualan dalam FCE telah menyatakan kesediaan menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Flores.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer