Thursday, October 8, 2026
HomeLintas KotaPT JIEP Perkuat Pemilahan dan Pengolahan Sampah Industri

PT JIEP Perkuat Pemilahan dan Pengolahan Sampah Industri

PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau PT JIEP memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Upaya ini dilakukan melalui pemilahan, pengolahan sampah organik, edukasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari peran perusahaan sebagai pengelola kawasan industri sekaligus dukungan terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

“Bagi JIEP, ini sejalan dengan peran kami sebagai pengelola kawasan industri. Karena itu, kami berupaya menerjemahkan semangat pilah dan olah sampah melalui pengelolaan di kawasan, edukasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat,” kata Dharma di Jakarta, Jumat.

Produksi kompos mencapai 54,6 ton

Menurut Dharma, pengelolaan sampah seharusnya tidak berhenti pada pengangkutan menuju tempat pemrosesan akhir. Pemilahan dan pengolahan perlu dilakukan sejak sampah dihasilkan agar volume residu yang dibuang dapat ditekan.

Di kawasan industri Pulogadung, JIEP menerapkan pengelolaan melalui tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R). Sampah yang telah dipilah, khususnya sampah organik, diolah menjadi kompos untuk kemudian dimanfaatkan kembali bagi penghijauan kawasan dan kebutuhan pembibitan tanaman.

Data produksi JIEP mencatat, sepanjang 2023 hingga 2026, pengolahan kompos dengan metode manual menghasilkan 50.572 kilogram atau sekitar 50,6 ton. Sementara itu, metode mesin menghasilkan tambahan 4.040,8 kilogram atau sekitar 4 ton.

“Dengan demikian, total produksi kompos yang tercatat mencapai 54.612,8 kilogram atau sekitar 54,6 ton,” jelas Dharma.

Edukasi dan penyediaan sarana

Selain mengelola sampah di dalam kawasan, JIEP memperluas dukungan melalui edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat. Perusahaan bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di berbagai wilayah Jakarta.

JIEP juga menyediakan sarana pemilahan bagi masyarakat di wilayah ring 1 kawasan. Fasilitas yang diberikan berupa tempat sampah terpilah dan gerobak sampah untuk sekolah maupun lingkungan RT/RW. Penyediaan sarana tersebut disertai edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Pelatihan turut diberikan kepada komunitas bank sampah. Di lingkungan internal, perusahaan melakukan edukasi pemilahan sampah kepada karyawan. JIEP juga mendorong tenant dan pelaku usaha di kawasan industri agar ikut menjalankan pemilahan serta pengolahan, bukan hanya menyerahkan sampah untuk diangkut.

Dharma menilai pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan, pelaku usaha, pekerja, pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.

“Kami berharap kontribusi JIEP dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantargebang sekaligus mendukung terciptanya Kawasan Industri Pulogadung yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Dharma.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer