Setelah dua dekade meninggalkan kampung halaman dan menjalani hukuman penjara, Pertiwi kembali ke desa yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Namun, kepulangan itu justru membuka kembali luka lama dan memaksanya berhadapan dengan keluarga serta warga yang belum melupakan masa lalunya.
Kisah tersebut menjadi inti film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru sutradara Kamila Andini. Film yang dibintangi Putri Marino sebagai Pertiwi itu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Kepulangan yang tidak mudah
Pertiwi pulang setelah menjalani hukuman penjara dan meninggalkan desanya selama 20 tahun. Ia datang dengan harapan dapat kembali menata kehidupan, tetapi lingkungan di sekitarnya belum siap menerimanya seperti dahulu. Keluarga dan warga masih menyimpan ingatan tentang peristiwa yang pernah membawanya ke balik jeruji besi.
Karena itu, kembali ke rumah bukan sekadar perjalanan menuju tempat asal. Bagi Pertiwi, keputusan tersebut juga berarti menghadapi kembali masa lalu yang selama ini berusaha ia tinggalkan. Penolakan dari lingkungan membuat upayanya untuk kembali menjalani kehidupan lama menjadi semakin berat.
Film ini mengikuti proses Pertiwi ketika berusaha memahami kembali hidupnya setelah melewati pengalaman yang mengubah dirinya. Ia harus menghadapi trauma, hubungan keluarga yang telah berubah, serta lingkungan sosial yang belum sepenuhnya membuka ruang untuknya.
Di tengah situasi tersebut, Pertiwi menemukan sejumlah orang yang bersedia menerimanya. Mak Ira yang diperankan Christine Hakim, Bisma yang dimainkan Arya Saloka, dan Niken yang diperankan Hana Malasan menjadi sosok penting dalam perjalanan Pertiwi setelah kembali ke desa.
Deretan pemeran
Selain Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim, Empat Musim Pertiwi menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia. Hana Pitrashata Malasan berperan sebagai Niken, sedangkan Iswandi Pratama memerankan ayah Pertiwi dan Hargo Sundari sebagai ibu Pertiwi.
Film ini juga dibintangi Totos Rasiti sebagai Fajar, Shofia Shireen sebagai Pertiwi saat remaja, serta Dwika Pradnyana sebagai Kuntet. Hanna Aretha memerankan Raras, dengan Maryam Supraba sebagai ibu Raras. Sementara itu, Ayub Antah berperan sebagai Garong dan Stephania Shakilla Cornelia sebagai Wanda.
Putri Marino menjadi pusat cerita melalui karakter Pertiwi, sementara Bisma dan Mak Ira hadir sebagai tokoh yang berkaitan erat dengan proses kepulangannya. Film ini sekaligus mempertemukan kembali Putri Marino dan Arya Saloka setelah keduanya pernah bermain bersama dalam serial Gadis Kretek.
Seiring perjalanan cerita, Pertiwi perlahan berusaha menemukan kembali arti kehidupan yang ingin ia jalani. Upaya tersebut berlangsung ketika masa lalu, keluarga, dan lingkungan di sekitarnya terus menguji keinginannya untuk memulai kembali.


