Investor domestik perlu berperan sebagai market maker atau liquidity provider untuk memperbaiki kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Budi Frensidy, lembaga dalam negeri seperti BPJS Ketenagakerjaan, TASPEN, dan dana pensiun BUMN memiliki potensi besar untuk berperan dalam hal ini. Dengan menjadi pembuat pasar atau penyedia likuiditas, mereka dapat memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasar saham. Budi juga menekankan perlunya pemerintah mengurangi kebijakan yang membebani dan menyesuaikan program-program yang tidak realistis guna mendapatkan kepercayaan investor yang solid.
Selain Budi Frensidy, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Teuku Riefky, juga menyoroti pentingnya kepastian kebijakan dan hukum untuk mengurangi ketidakpastian yang merugikan investor. Belum lama ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt sebagai respons terhadap penurunan signifikan IHSG. Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam, menunjukkan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mengatasi ketidakstabilan pasar. Dengan demikian, peran investor domestik dan kebijakan pemerintah yang selaras dapat membantu memperbaiki kondisi IHSG dan membangun kepercayaan investor yang kuat.








