Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membagikan asal usul ide kelahiran ajang Benyamin S Award yang resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI di Balai Kota Jakarta. Pada hari peluncuran, Pramono mengingat saat-saat sulit dalam perjuangannya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ketika meluncur di Jalan Benyamin Sueb, Pramono mempertimbangkan ide Benyamin S Award kepada Rano Karno, wakilnya. Mereka menyepakati penyelenggaraan ajang tersebut ketika masih berada di posisi ketidakunggulan. Ide tersebut memberikan semangat baru bagi keduanya untuk mewujudkannya.
Benyamin S Award merupakan bentuk penghargaan bagi kelurahan-kelurahan di Jakarta, dibagi ke dalam empat kategori yaitu Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Penghargaan ini diharapkan dapat memberikan apresiasi kepada legenda budaya Betawi, Benyamin Sueb. Dalam ajang ini, sebanyak 27 kelurahan dari 267 kelurahan di Jakarta diikutkan dalam seleksi Benyamin S Award. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah apresiasi bagi komunitas dan warga lokal, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Pramono dan Anung meluncurkan Benyamin S Award bersama perwakilan keluarga Benyamin Sueb. Mereka berterima kasih kepada keluarga mendiang atas izin penggunaan nama untuk penghargaan tersebut. Dengan visi mencapai pembangunan kota yang bersih, nyaman, memiliki keindahan, serta warga yang sejahtera, Benyamin S Award diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengelolaan perkotaan yang lebih baik. Penilaian ajang ini dijadwalkan dimulai pada bulan Juni dengan acara penyerahan penghargaan yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Kota Sedunia.


