Tim Pengawas Haji DPR RI mengungkap bahwa penumpukan jemaah haji di Mina disebabkan oleh pembatalan program Tanazul oleh otoritas Saudi yang menimpa sekitar 37 ribu jemaah. Program Tanazul sebelumnya dirancang untuk mengurangi kepadatan di Mina dengan memindahkan sebagian jemaah ke hotel setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah. Namun, pembatalan mendadak program tersebut menyebabkan kepadatan di Mina karena jemaah lansia dan berisiko tinggi tidak dapat kembali ke Mekah lebih awal dan harus bersaing mendapatkan tenda di Mina.
Sementara itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia diminta untuk siaga mengantisipasi kemungkinan jemaah mengalami kelelahan setelah berjalan jauh dari Muzdalifah ke Mina. Selly, anggota Tim Pengawas Haji, menegaskan bahwa layanan dasar seperti tenda, makanan, dan kesehatan harus tetap diberikan kepada semua jemaah meskipun program Tanazul dibatalkan. Dia juga memperingatkan potensi kelangkaan makanan di Mina akibat pembatalan program tersebut.
Oleh karena itu, prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan jemaah haji. Tim medis harus hadir dan sigap di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan permasalahan yang timbul akibat penumpukan jemaah di Mina. Diharapkan langkah-langkah antisipatif dapat diambil guna menghindari terjadinya kekurangan layanan dan kelangkaan makanan yang dapat mengancam kesehatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.


