Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat telah menyiapkan sebanyak 103 petugas pemeriksa daging hewan kurban yang tersebar di beberapa lokasi penyembelihan untuk memastikan keamanannya. Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat, Penty Yunesi, menjelaskan bahwa petugas pemeriksa ini terdiri dari berbagai instansi dan lembaga seperti ASN Sudin KPKP Jakarta Pusat, Dinas KPKP DKI Jakarta, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, dan mahasiswa Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis Institut Pertanian Bogor. Selain itu, ada tiga aspek yang sangat penting untuk diperhatikan saat pemotongan hewan kurban, yaitu aspek hygiene sanitasi, kesejahteraan, kesehatan hewan, dan lingkungan.
Sebelumnya, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin telah melepas 103 petugas pemeriksa dan pengawas kesehatan hewan dan daging kurban untuk bertugas di masing-masing kecamatan. Arifin menekankan pentingnya pemenuhan kriteria ASUH dalam proses pemotongan hewan kurban untuk menjaga kesehatan dan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat. Perayaan Idul Adha merupakan hari raya umat Islam yang berkaitan erat dengan ibadah haji dan kurban, sehingga pemotongan hewan kurban harus dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan kesehatan.
Dengan adanya pemeriksaan oleh petugas yang kompeten, diharapkan keamanan dan kesehatan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat dapat terjamin. Hal ini merupakan langkah yang penting dalam memastikan daging kurban yang disediakan aman, sehat, utuh, dan halal. Selain itu, upaya penataan tempat pemotongan hewan kurban serta aspek Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) juga menjadi fokus dalam menjaga kualitas daging kurban yang dihasilkan. Diharapkan dengan langkah-langkah ini, perayaan Idul Adha bisa berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan.


