Pencarian korban reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh Basarnas tetap berlanjut meskipun sudah memasuki hari ke-7. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menekankan bahwa operasi penyelamatan akan terus dilakukan sampai semua korban berhasil ditemukan. Bramantyo menjelaskan bahwa operasi SAR akan dilakukan 24 jam non-stop hingga seluruh korban yang terperangkap di reruntuhan berhasil dievakuasi. Hingga hari Minggu, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 149 orang, dengan 104 selamat dan 45 meninggal dunia. Semua jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara di Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh TIM DVI Polda Jatim.
Meskipun Bramantyo tidak memberikan perkiraan tentang jumlah korban yang masih terperangkap, dia menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Per hari Minggu, korban yang berhasil ditemukan adalah 149 orang, terdiri dari 104 selamat, 45 meninggal dunia, dan dua di antaranya masih dalam bentuk potongan tubuh. Selain itu, ada 18 orang yang belum berhasil ditemukan. Kejadian ambruknya asrama Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin sore, di mana ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan.


