Sunday, August 16, 2026
HomeBisnisReformasi WTO: Fokus pada Inklusivitas dan Anggota

Reformasi WTO: Fokus pada Inklusivitas dan Anggota

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso menekankan pentingnya reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang bertujuan inklusif dan berfokus pada semangat kebersamaan antara negara-negara anggota. Dengan menghadiri Informal WTO Working Dinner di Gqeberha, Afrika Selatan, Budi menyoroti bahwa hal ini sangat penting untuk mengatasi tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh sistem perdagangan multilateral. Menurut Mendag Budi, krisis global telah menggerus kepercayaan terhadap peran WTO, sehingga dibutuhkan reformasi yang inklusif dan berorientasi pada semangat kebersamaan antarnegara anggota.

Budi juga menekankan bahwa reformasi WTO harus dimaknai secara luas, bukan hanya sebagai usaha perbaikan lembaga, tetapi juga dalam pembaruan aturan dan proses negosiasi agar lebih adaptif terhadap tantangan global. Selain itu, penting untuk mempertahankan prinsip pengambilan keputusan yang berbasis konsensus sambil mencari cara menghindari kebuntuan prosedural. Budi juga mengusulkan agar setiap negara secara terbuka mencatat kepentingan nasional yang menjadi dasar penolakan suatu konsensus, sehingga bisa mencegah tindakan penghalangan yang bersifat taktis atau tidak substantif.

Terkait mekanisme penyelesaian sengketa, Budi menyoroti peningkatan jumlah kasus formal yang diajukan ke WTO, yang menunjukkan bahwa sistem multilateral masih mampu bekerja meskipun dalam kondisi yang melemah. Namun, ia menegaskan bahwa reformasi dalam sistem penyelesaian sengketa perlu segera dituntaskan agar dapat diterima oleh seluruh anggota WTO. Budi juga mengingatkan para anggota WTO untuk fokus pada proses reformasi secara bertahap dengan pembenahan yang bersumber dari kesadaran kolektif negara-negara anggota.

Sebagai organisasi yang didorong oleh anggotanya, Budi menegaskan bahwa tanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan WTO ada di tangan masing-masing anggota. Dalam hal ini, reformasi WTO harus didasarkan pada kesadaran kolektif negara-negara anggota, bukan semata menyalahkan institusi tersebut. Artinya, setiap keberhasilan atau kegagalan dalam melakukan reformasi WTO sangat tergantung pada kerjasama dan komitmen dari setiap anggota WTO untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan sistem perdagangan multilateral.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer