Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meningkatkan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dalam skala kecil di berbagai titik permukiman Ibu Kota. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini, jumlah ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Jakarta masih belum mencukupi kebutuhan warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa persentase RPTRA di Jakarta mengalami peningkatan, meskipun dalam jumlah yang masih terbatas. Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pembangunan RPTRA di skala besar, sehingga Pemerintah akan fokus pada pembangunan taman lingkungan berukuran sedang hingga kecil.
Salah satu contoh yang diberikan oleh Gubernur Pramono adalah Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat. Pemerintah Jakarta juga akan mendorong pembangunan taman-taman kecil di wilayah lain seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Menurutnya, taman kota dengan luas 3.000 hingga 5.000 meter persegi tetap dapat memberikan manfaat sebagai ruang terbuka hijau dan tempat bermain anak-anak. Dengan perluasan ruang terbuka hijau di beberapa wilayah Jakarta, diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan RTH dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa hingga tahun 2023, luas RTH di Jakarta mencapai 33,34 juta meter persegi atau 5,2% dari total luas wilayah Jakarta. Angka tersebut masih jauh dari target ideal 30% sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Gubernur Pramono berharap bahwa dengan peningkatan pembangunan ruang terbuka hijau, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bahagia dan memiliki lebih banyak tempat bagi warga untuk berinteraksi secara sosial.
Dengan upaya untuk optimalkan pembangunan ruang terbuka hijau di Jakarta, Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan warga akan ruang publik yang ramah dan fungsional. Pelaksanaan program pembangunan taman lingkungan berukuran kecil hingga sedang merupakan langkah awal yang diambil untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Jakarta.


