Tekanan Rupiah Terhadap IHSG
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana alias Didit, mengingatkan bahwa tekanan terhadap mata uang Rupiah memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan hari ini, IHSG melemah hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada pukul 11.04 WIB di Bursa Efek Indonesia.
Penyebab Pelemahan IHSG
Didit menyebutkan bahwa terkoreksinya mayoritas bursa Asia dan pergerakan buruk bursa global turut mempengaruhi IHSG. Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang berada di level Rp 17.676 per dolar AS juga membebani IHSG.
Pengumuman dari penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE yang masih membekukan saham-saham Indonesia serta mengeluarkan beberapa emiten dari konstituennya turut membuat IHSG terbebani. Hal ini diprediksi akan menimbulkan arus dana keluar yang signifikan.
Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi IHSG
Reydi Octa, seorang Pengamat Pasar Modal, menambahkan bahwa pelemahan IHSG juga dipicu oleh sentimen global dan tekanan teknikal domestik. Eskalasi gejolak geopolitik di Timur Tengah, pelemahan Rupiah, serta aksi jual asing yang agresif pada saham big caps juga turut memengaruhi IHSG.
Pengumuman dari FTSE yang mengisyaratkan penghapusan saham-saham dengan tingkat kepemilikan yang tinggi juga menambah kekhawatiran terhadap tekanan jual akibat keluarnya dana asing dan passive funds, yang semakin menekan pasar secara psikologis.
Perlu diingat bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia di atas 100 dolar AS per barel, akibat konflik geopolitik yang berlarut-larut, juga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi di masa depan serta perlambatan ekonomi global.


