Pasar Johar Semarang: Ruang Aktivitas Baru Bagi Masyarakat
Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengembangkan kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan dan ruang aktivitas masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan membuka kawasan New PM (Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berharap kehadiran New PM dapat menambah keramaian dan memberikan ruang baru bagi para pedagang.
Terobosan Baru: Pasar Maling Bernuansa Baru
Istilah “Pasar Maling” dalam kawasan Pasar Johar tidak merujuk pada pasar barang curian, melainkan menjadi sebutan informal untuk pasar atau lapak yang menyediakan barang-barang bekas, antik, atau dengan harga yang terjangkau. Dengan kehadiran New PM di Pasar Johar, diharapkan dapat semakin meramaikan aktivitas perdagangan dan budaya di area tersebut.
Menurut Wali Kota Semarang, tantangan pasar tradisional saat ini sangat beragam, terutama dengan pergeseran pola belanja masyarakat yang beralih ke platform daring. Hal ini mendorong pasar untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan menarik minat pelanggan.
Potensi New PM sebagai Ruang Kreatif dan Produktif
Kawasan New PM memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih kreatif dengan menyelaraskan kegiatan budaya, seni, pelatihan, dan kuliner khas Kota Semarang selain aktivitas perdagangan. Selain itu, rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk UMKM yang ditampilkan secara bergantian juga menjadi salah satu strategi yang diusung untuk mendukung UMKM lokal.


