Gubernur Jateng Ingatkan Pentingnya Program Investasi dan BUMD untuk Memperkuat Ekonomi Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa dalam membangun daerah, penting bagi pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sektor investasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) perlu terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi daerah.
Investasi dan Realisasi APBD Jateng
Realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp110 triliun dengan jumlah tenaga kerja hampir 276 ribu orang. Pada triwulan pertama 2026, investasi yang masuk sebesar hampir Rp23 triliun dengan jumlah tenaga kerja 92 ribu orang.
Rekam jejak ini menjadi catatan positif bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan APBD. Realisasi pendapatan APBD Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp23,761 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp23,871 triliun. Meskipun terdapat defisit sebesar Rp109,86 miliar, namun telah berhasil ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp577,04 miliar sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat sebesar Rp467,18 miliar.
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan setiap anggaran daerah bermanfaat bagi masyarakat setempat. Dalam pertanggungjawaban APBD, nilai kekayaan daerah Provinsi Jateng pada 2025 mencapai Rp42,669 triliun, meningkat Rp2,408 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Inisiatif pengembangan program investasi dan BUMD diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Semua pihak, termasuk DPRD Jawa Tengah, perlu bersinergi dalam mendukung program-program tersebut agar dapat mencapai efek yang lebih luas dan berkelanjutan.


