Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara terkait keluhan beberapa jemaah haji yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan tenda di Arafah. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Mukhlis M. Hanafi, secara tegas memohon maaf atas kejadian tersebut. Dia menegaskan bahwa ada sejumlah keterbatasan yang menyebabkan masalah tersebut muncul, seperti tidak optimalnya ruang di dalam tenda yang seharusnya mampu menampung 350 orang namun hanya bisa diisi oleh 325 orang.
Selain itu, pemberangkatan jemaah berdasarkan hotel juga menyulitkan penataan dan penempatan mereka di Arafah. Jumlah petugas haji yang terbatas juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi situasi ini. Mereka kesulitan menghadapi jumlah jemaah yang mencapai 203 ribu orang di 60 markaz. Mobilitas jemaah yang kurang terkendali turut memperburuk kondisi, dengan banyak jemaah yang berpindah tenda tanpa koordinasi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, PPIH Arab Saudi telah melakukan penataan ulang tenda di Arafah dan mengalihkan tenda petugas serta Misi Haji Indonesia menjadi tenda jemaah. Langkah lain yang diambil adalah berkoordinasi dengan pihak Syarikah untuk menambah kapasitas tenda. Upaya-upaya ini terbukti berhasil mengurai kepadatan serta memastikan semua jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk saat puncak wukuf.
Di sisi lain, ada juga masalah terkait jarak yang harus ditempuh oleh jemaah haji dari Muzdalifah ke Mina. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, mengakui bahwa antrean panjang bus dan jadwal kedatangan yang tidak konsisten menyulitkan kondisi jemaah. PPIH kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pengiriman bus ke Muzdalifah serta meminta bantuan logistik dan perlindungan bagi jemaah.
Dalam situasi yang rumit ini, koordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menangani permasalahan yang muncul. Upaya bersama antara Kemenag, PPIH, dan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kenyamanan serta keselamatan para jemaah haji selama menjalani ibadah di tanah suci.


